Posted by : Tyo19 Kamis, 17 Maret 2011

Nyaris  Saja

By: Heru  Prasetio


   Siang itu terik matahari sangat membakar kulit. Seperti biasa siang hari pulang dari sekolahsekitar pukul 13.30 aku menunggu bus warna krem jurusan perumnas pujaan hati ku.Aku harus menunggu sekian lama karena bus inilah yang satu-satunya menghantarkan ku ke tempat ku kerja. Yupz, meskipun aku masih berstatus 'abu-abuers' namun aku telah bekerja paruh waktu di salah satu perusahaan media masa terbesar di kota Palembang sebagai wartawan pelajar. Setelah kian lama menunggu akhirnya bus pujaan hatiku datang, aku pun langsung masuk bus dan duduk di bangku penumpang paling belakang.

  Perasaan ganjil pun terus menghantuiku. Saat bus berada di atas jembatan Ampera (itu tuh jembatan kebanggan warga Palembang), aku mendengar suara sepeti petasan yang meledak didalam bus itu. Aku sangat kaget dan cemas sekali, karena takut akan terjadi hal yang berbahaya pada bus yang ku tumpangi. Setelah melintasi jembatan ampera laju bus semakin tak karuan, dan syukurlah akhirnya berhenti di depan masjid raya agung Palembang. Sopir bus tersebut mengatakaan kalo rem bus nya 'blong' alias putus dan sangat berbahaya jika perjalanan dilanjutkan. Kami pun di alihkan ke bus yang lain. "untung saja nggak terjadiapa-apa," gumamku dalam hati.

  Setelah berada di bus kedua aku merenungi peristiwa yang baru kualami. Ternyata benar peristiwa yangmembahayakan ini berhubungan dengan mimipi ku semalam. Aku bermimipi melintasi jembatan ampera dan ketika berada di atas jembatan tersebut, aku merasa jembatan itu rubuh dan terputus serta menelan korban banyak. Agak mirip sih dengan kejadian baru tadi. Setelah sekian lama merenung di dalam bus, akhirnya aku sampai di tempat ku kerja. Entah mengapa kesialan ku pun menyusul, tatkala supervisor tempat ku kerja marah kepada ku karena pekerjaan ku yang rada-rada nggak becus. Aku diomelin dua jam penuh. Nggak hanya itu, rekan kerja ku yang notabenenya masih abu-abuers ikut kena imbasnya. Untung saja ada salah satu rekanku cewek nggak marah kepadaku, malahan memberi motivasi kepada ku untuk tetap tegar dan profesional dalam bekerja.

   Nggak terasa waktu telah menunjukan pukul 17.00 aku pun pulang dari tempat kerjaku. Seperti biasa,aku harus menunggu lama kehadiran bus berwarna krem itu sambil terus meratapi kejadian yang ku alami hari ini. Bus telah datang, aku pun masuk ke dalam bus meskipun sesak penuh orang dan harus tegak berdiri. Di dalam bus udara nyapanas mem'babi buta' dan banyaksekali penumpangnya. Aku merasakan sesuatu yang bergerak-gerak melucuti tas ku.Bener sekali dugaan ku. Ternyata tadi ada orang yang berusaha mengambil sesuatu dari dalam tas ku. Untung saja nggak ada sesuatu barang yang diambil dari tangan pencuri itu karena aku telah duduk dan nggak berdiri lagi. Dan lagi-lagi aku meresakan ke anehan yang terjadi didalam bus yang kutumpangi ini.

     Aku merasakan laju bus ini nggak berarturan dan rasa-rasa nya aku pernah naik bus ini. That's right, ternyata ini  adalah bus yang ku tumpangi tadi. Bus yang hampir mencelakan kami tadi. Di dalam bus banyak sekali orang dewasa dan paramanula, mungkin cuma aku anak SMA. Aku berdoa di dalam hati agar bus ini nggak terjadi apa-apa lagi sambil menghembuskan zikir-zikir kepada sang khaliq. Aku sangat takut, rasanya aku ingin turun dari bus ini. Tapi apa dikata, aku nggak punya uang lagi tuk menumpangi bus yang lain. Hanya rasa pasrah kepada tuhan yang ku korbankan. Puncak ketegangan pun kian membara saat bus berada di jembatan ampera. Suasana nya sangat macet dan kendaraan lalu-lalang tak karuandan akhirnya kejadian yang ku cemaskan itu benar-benar terjadi.

   "garrgh!!" aku mendengar suara tabrakan yang besar. Tubuh mungilku terhempas kedepan. Suasana dalam bus riuh dan menegangkan. Aku melihat nenek tua terhempas dan terlukaparah. Banyak sekali orang terluka di dalam bus itu. Ada kakinya yang terkilir,tangannya berdarah dan matanya mengeluarkan tetesan darah. Ada juga penumpang yang selamat dan marah-marah kepada supir bus tersebut. Ternyata bus ini menabrak mobil kijang yang sekarang bentuknya nggak karuan. Sungguh ironis kejadian hari ini. Tapi, anehnya meskipun aku terhempas kedepan tapi tubuhku tidak merasakan sakit apa pun. Sungguh kejadian yang luar biasa dan mungkin ini tak terlepas dari asma allah yang selalu ku hembuskan sebelum kejadian ini."Alhamdulillah ya allah!" ucapku dalam hati. Setelah kejadian ini, akhirnya supir bus di amankan oleh pihak yang berwajib, sedangkan aku dan beberapa orang lainnya  yang selamat di pindahkan ke bus lain. Terima kasih Tuhan!


Gbr 1. Depan SMAN 4 Plg
Gbr 2. Bus Plaju - Perumnas
Gbr 3. Jembatan Ampera

Gbr 4. Masjig Agung
Gbr 5. Sriwijaya Post
Gbr 6. Sesak Penuh Orang
 
Gbr 7. Zikir
Gbr 8. Tabrakan Bus
 
Gbr 9. Plaju

Popular Post

Blogger templates

Blog Archive

Laman

About

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

I love Lepass15

I love Lepass15
Last Mojok

Follow by Email

Pengikut

Cari Blog Ini

Most Populer

- Copyright © Aneh19 -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -