Posted by : Tyo19 Kamis, 17 Maret 2011

By: Heru Prasetio
“Wawww, tidak!” teriak ku keras mengejutkan seluruh anggota keluarga ku yang sedang sarapan pagi. “Aduh bu, gimana nih aku bangun kesiangan dan terlambat tuk latihan paskib,” omelku ke ibu sambil berlarian menuju kamar mandi. Aku bangun pukul 6.30 wib sedangkan latihan paskib di mulai pukul 7.15 wib. Dengan mandi cibak-cibuk aku pun segera memakai pakaian latihan paskib yang telah ku siapkan tadi malam. Aku takut sekali hari ini terlambat untuk latihan, apalagi menyaksikan kemarahan senior paskib yang berapai-api yang nggak segan-segannya menyiksa kami kalo ada anggota paskibra angkatan 15 yang telat, meskipun hanya satu orang. Maklum, senior paskib SMA ku emang terkenal ganas plus sangat tegas di banding senior ekskul lain. Katanya sih demi kedisplinan dan kemajuan eksul kami.
Dengan terburu-buru aku memakan sepotong roti di atas meja makan dan mengambil botol yang telah di isi air minum 1,5 L di lemari es untuk bekal latihan nanti. Dengan cepat ku kayuh sepeda menuju sekolah yang jaraknya hampir 7 km. Maklum anak paskib nggak boleh naik kendaran lain, kecuali pake sepeda. Katanya sih untuk mempererat sifat ‘kebersamaan’. Di mana semua anak paskib di wajibkan ke sekolah hanya mengendarai sepeda. Aku sih ngambil positfnya ajah, biar badan sehat. Setelah menempuh jarak kurang lebih 3 km, aku tersadar kalo lambang paskib berbentuk pita ‘merah putih’ yang selalu menempel di lengan atas baju latihan ku hilang entah kemana.
“Aduh bisa gawat nih kalo benda ini hilang, bisa-bisa aku di hukum lari 50 kali keliling lapangan sekolah dan push up sebanyak 500 kali plus jalan ‘kodok’ 50 kali memutari taman sekolah. Aku tak sanggup membayangkan semua hukuman itu,” gumamku dalaam hati. Rasa cemas plus was-was terus menghantui pikiranku saat diperjalanan. Konsentrasi ku mengendarai sepeda pun tak karuan hinggaku tak sadar kalo di depan mataku ada mobil yang hampir saja menabrak sepedaku.
Dengan respon aku menepi ke pinggir jalan, tapi sialnya aku terjatuh ke dalam ‘kubangan’ air yang menggenangi jalan berlubang bekas hujan semalam. Oh my God, alangkah sialnya aku hari ini. Aku berusaha tuk bangun dan melanjutkan perjalananku meski dengan baju latihanku yang kotor dan tanpa pita ‘merah putih’ yang biasanya menempel di lengan atas baju latihan ku.
Dengan semangat ‘empat lima’ kukayuh terus sepeda hingga ku sampai di depan sekolah. Sesampai disana, aku bertemu dengan teman ‘seperguruanku’ alias sesama anak paskib. Dia menjelaskan kalo hari ini nggak jadi latihan paskib karena para senior kelas XI pergi berdama wisata. “Fiuh, untung saja hari ini nggak jadi latihan,” kata ku dalam hati sambil menghebuskan nafas lega . (tyo)

Popular Post

Blogger templates

Blog Archive

Laman

About

Total Tayangan Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

I love Lepass15

I love Lepass15
Last Mojok

Follow by Email

Pengikut

Cari Blog Ini

Most Populer

- Copyright © Aneh19 -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -